Posted by Iman on Aug 28, '07 3:52 PM for everyone  | Category: | Music | | Genre: | Blues | | Artist: | Adrian Adioetomo |
Keajaiban bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Saya beberapa kali mengalami keajaiban dalam hidup saya, salah satunya adalah ketika pertama kali belajar memainkan instrument musik bernama gitar waktu kecil dulu...dan belum lama ini keajaiban itu datang lagi...ketika saya mendengar dan melihat permainan gitar dari teman baik saya yang satu ini...Adrian Adioetomo.
Saya berani menjamin bahwa tidak ada satupun di Indonesia yang mempunyai style permainan gitar seperti Ian. Correct me if i'm wrong but i never see anyone in Indonesia play vintage dobro and steel guitar with slide...Ian is the ONLY one here in Indonesia. Direkaman album ini, Ian bermain dobro slide gitar sendirian sambil bernyanyi
Saya pertama kali berkenalan dengan Ian sekitar beberapa tahun lalu dan langsung terpesona dengan style slide gitarnya yang tidak pernah saya lihat sebelumnya dimana pun. Saya sudah mengagumi Ian sejak pertama melihatnya bermain...dan mendengar bahwa Ian sekarang memiliki album solo adalah suatu hal yang sangat, sangat saya tunggu...and what a wait.
Album dibuka oleh noise rekaman pita lama yang sudah sangat kotor seperti dibuat tahun 1930 dan sepanjang album kita akan dibawa ke nuansa Blues di tahun 1930-an. "Where my roots ground" membuka album dengan slide gitar yang membuat kita terdiam dan terpesona, bahkan saya berpikir "ada ya di Indonesia yang bisa main begini?". Lalu lagu "Blues iblis" yang sangat mengingatkan kita akan lagu Robert Johnson "Me and the devil blues". Ya, Robert adalah influence terbesar Ian disini. Bahkan beberapa tema lirik dan style permainan bahkan sampai kualitas mixing yang dibuat seperti tahun 30-an itu juga ter-influence oleh Robert.
kalau boleh memilih satu lagu yang membuat saya terdiam dan merinding hingga sekujur tubuh kaku adalah lagu "Tak kan ada lagi penindasan part I dan part II". 2 lagu dengan tema yang sama seperti judulnya. Track dibuka dengan progresi chord slide gitar hawaian dan dengan lirik "tak kan ada lagi penindasan, saat akhir nanti, aku tak kan kembali pada tuan, aku milik tuhan". Seperti mengatakan kepada kita bahwa para budak telah bebas...di akhirat nanti.
Gelap dan penuh tekanan emosional, saya bahkan berpikir...mungkin Ian memang benar-benar pernah hidup sebagai budak di amerika.
Sintingnya lagi, Ian merekam semua lagu di album ini sendirian di kamarnya, live bermain gitar dan bernyanyi real time tanpa over-dub sedikitpun dengan hanya memakai laptop garageband, software bawaan dari macintosh, karena itu juga beberapa sound bocoran seperti suara hujan, deru mesin mobil, bahkan kursi dan suara ambience kamarnya juga tertangkap dan tidak dihilangkan...this is what i call real analog maestro!
Mungkin review ini berlebihan, saya sebagai seorang teman sangat bangga dan sebagai seorang fans besar sangat mengagumi Ian, tetapi menurut saya, sayang sekali apabila album sedahsyat ini tidak mendapat expose media yang besar. Buat saya, ini adalah album terbaik tahun ini dan mungkin salah satu album terbaik sepanjang sejarah musik Indonesia versi saya.
ladies and gents, i'm very proud to present you...Adrian Adioetomo - Delta Indonesia. 
 | bisa di upload ga satu....panasaran nih mo denger...bole ga? |
 | ini album baru?indie apa major? |
 | saya juga bangga sekali sama Ian!!! =) |
 | iihh..upload dong..susah ni disini..jadi penasaran.. hehehe |
 | upload donk pengen denger ky apa justru disini media promosi juga man |
 | kebetulan gue ngurusin adrian untuk masalah promosi termasuk promosi internetnya. boleh gue masukin review ini ke myspace dan kalau boleh juga gue sebar ke beberapa milis? nice one!
oh ya, untuk sample musik (beserta gig info, dll) adrian adioetomo bisa didengar di halaman myspacenya: www.myspace.com/adrianadioetomo
dia juga bakalan ada spot khusus di delta fm, tanggal 30 Agustus besok di Delta FM selama satu jam pukul 10.30 pagi.
thanks! |
 | keren nih album.......
dari ps:magz edisi 120:
Gitar dobro buatan tahun 1930, slide, stomp box dan kelincahan jari menuai lirik dan senandung blues tradisional ala Mississippi. Tentang kepasarahan, amarah, harapan dan semangat yang dipaparkan dalam versi melankoli dan agresif, didampingi gaya vokal yang meraung. Ada 14 lagu plus 3 klip video. Diselingi beberapa lagu versi rekam ‘jamdul’ sebagai representasi vintage-nya aliran yang diusung. Simak lagu Telegram, Lepaskan Anjingmu, Tegangan Tinggi, How Long Must I wait.. Probably the first Indonesian trad-delta blues ever recorded and distributed in Jakarta. Yes, blues is eternal my friend. |
 | djant wrote on Aug 30, '07 kalau boleh gue aga kurang sependapat nih man. 4,5 bintang kalo buat gue. Dari kemasan dan kovernya gue seperti mendapat pencerahan dan notalgia. karena waktu sma dulu gue terlalu dalem sama 'blues tua' pre-worldwar II. dan dari situ gue jatuh cinta mati sama 'blues minor pentatonic' ampe sekarang.
nah waktu gue denger ternyata album ini lebih menonjolkan porsi gitar, tentu karena (mungkin?) Adrian adalah gitaris yang bernyanyi. walaupun usahanya tidak gagal menurut gue. Tapi ternyata ekspektasi gue agak terlalu tinggi waktu pertama kali dengerin album ini. Terus terang gue mengharapkan dia bersuara 'hitam' juga sehitam permainan gitar slide-nya. karena kombinasi vokal semaut permainan gitarnya adalah formula klasik blues setau gue Man. hehe
meskipun gitu permainan dan lainnya sih bintang lima.
btw gue pernah liat ada solois maen dobro dan nyanyi di PL fair jaman taun 97an gitu dia bukan ya Man? |
 | man, doain jadi ya. gua lagi berencana ngundang dia buat maen di acara launchingnya Seringai tgl 8 September entar. dateng ya lu!! c ya! |
 | wah, 8 september gue ada indiefest, ada kerjaan kantor, padahal pengen bgt bisa liat seringai & Ian...huhuhu =( |
 | djant wrote on Aug 30, '07, edited on Aug 30, '07 menurut gue, emang kekurangannya Ian ada di vokal juga karena emang kurang "black"  yaa. look who's talking. gue soalnya juga salah seorang "black wannabe". haha.. |
 | yah man...padahal confirmed lo... nebeng ya infonya..
High Octane Production PresentsSERINGAISerigala Militia Album Release PartySaturday, 8 September 2007@Viky Sianipar Music Centre. Jln Minangkabau Timur No 43, Jakarta Selatan. Phone 021-8297777From 7.00 PM – 10.00 PMCool other acts rocking the stage:ADRIAN ADIOETOMODEAD VERTICALGHAUSTTHE AUTHENTICSThe first 100 ticket buyers at venue will get one cool Seringai ‘skeleton bandana’ for free!Seringai’s Serigala Militia CDs and shitload of merchandise will also be made available, so prepare extra cash folks.We will see you wolves at the pit!This rock event is supported by: Trax FM, Sonora FM, and Rolling Stone Magazine.
too bad lu ga bisa dateng euy. padahal bisa membahas org ini kita berdua...hehehe...wish me luck aja deh ye! |
 | iya, maaf ya mod.
good luck for seringai, akhirnya launching juga ya mod, request marijuanaut ya mod, biarpun gue gak dateng lagu itu harus dibawain...hehehe. |
 | pasti! dalam kondisi tidak sadar nanti gua bawakan. hehehehe....cu ya! |
 | iman, lo kan kalah tarohan sama gue soal siapakah org di foto cover cd ini...
btw, selamat menunaikan ibadah puasa... |
| |